Wonosobo — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wonosobo melaksanakan kegiatan panen bayam sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan yang terintegrasi dengan inovasi unggulan Warna Bersiterang (Warga Binaan Naik Kelas dan Berdaya Melalui Sistem Ketahanan Pangan dan UMKM Berbasis Green Economy).
Program ini menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan daya saing warga binaan secara berkelanjutan, Senin (26/01/2026).

Kegiatan panen bayam yang dilaksanakan di area sarana asimilasi dan edukasi Rutan Wonosobo tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan pertanian ramah lingkungan.

Melalui sistem pengelolaan sederhana, efisien, dan minim limbah, program ini sejalan dengan konsep green economy yang menekankan keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Inovasi Warna Bersiterang dirancang untuk mendorong warga binaan agar “naik kelas”, dari sekadar mengikuti pembinaan menjadi individu yang produktif, mandiri, dan memiliki nilai tambah ekonomi. Hasil panen bayam selanjutnya dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan dan UMKM Rutan Wonosobo, sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman dasar kewirausahaan.
Kepala Rutan Wonosobo menyampaikan bahwa integrasi ketahanan pangan dan UMKM berbasis green economy menjadi strategi pembinaan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Melalui inovasi Warna Bersiterang, kami ingin memastikan warga binaan memiliki bekal keterampilan yang aplikatif, berdaya guna, dan berorientasi pada keberlanjutan saat kembali ke masyarakat, ” ujarnya.
Dengan terlaksananya panen bayam ini, Rutan Wonosobo terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang inovatif, adaptif, dan berdampak nyata, sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan pengembangan UMKM hijau dari lingkungan pemasyarakatan.
(Humas Rutan Wonosobo)

Updates.